Peran dan fungsi agama

 

Fungsi agama


Sebagai mana tercermin  dari arti yang terlekat pada kata agama, relegion, dan al-din di atas agama secara keseluruhan ber arti serangkaian atau seperangkat aturan, ketentuan, dan kaidah kaidah kehidupan yang harus di pengangi dan di jadikan rujukan atau petunjuk oleh setiap pemeluk dan penganutnya dalam menjalankan seluruh aktivitas kehidupan nya. 

Aktivitas kehidupan ini tentu saja meliputi kegiatan dirinya sebagai pribadi maupun sebagai anggota dari suatu komunitas dan ketika memegang peran peran tertentu baik dalam kehidupan bermasarakat dan bernegara. 


Secara psikologis maupun sosiologis agama penting dalam ke hidupan manusia, terutama pasa saat ilmu dan teknologi tidak mampu menawarkan adaptasi atau mekanisme penyesuain yang di butuhkan. 

Einstein mengatakan bahawa penemuan benda benda langit di angkasa merupakan rangsangan terhadap semangat keagamaan.


Secara psikologis dan sosiologis fungsi agama memberikan cakrawala pandang yang lebih luas tentang tuhan atau dunia lain yang tidak terjangkau secara empirik. 

Fungsi psikologis maupun sosial yang di perankan oleh agama sangat mendasar dalam hubungan ini menurut Robert K.  Merton agama memiliki dua fungsi yaitu

1. Fungsi manifes ( manifest function) yang di sadari di sengaja 

2. Fungsi laten ( laten function) tersembunyi tidak di sadari dan tidak di sengaja.


Menyembah tuhan adalah fungsi manifes sedangkan memenuhi kebutuhan manusia ( terutama yang lahiriah) merupakan fungsi laten dari agama. 

Terori fungsional memandang sumbangan agama terhadap masarakat dan kebudayaan berdasarkan karakteristik penting nya , yakni transendensi pengalaman sehari hari.

Ada 3 karakteristik yang mendasarinya 


1. Manusia hidup dalam kondisi ketidak pastian. Manusia tidak bisa memberi jaminan kepasa dirinya sendiri tentang ke amanan dan keselamatanya.

2. Manusia hidup dalam ketidak berdayaan. Kesanggupan manusia untuk mengendalikan dan untuk memperngaruhi hidupnya , walaupun kesanggupan itu kian meningkat pada dasarnya terbatas.

3. Manusia harus hidup dalam suatu tatanan yang terartur dari berbagai fungsi, fasilitas, dan ganjaran. Di sini tercangkup pembagian kerja dan produk. Dalam kondisi ini sesorang membtuhkan kondisi imperatif yaitu suatu tingkat superordinasi dan subordinasi dalam hubungan manusia.

Secaa lebih luas Thomas F. O'Dea menyebutkan 6 fungsi agama sebagi berikut:

1. Agama menyajikan dukungan moral dan sarana emosional, pelupur lara, dan rekonsiliasi di saat manusia menghadapi ketidakpastian dan frustasi.

2. Agama menyajikan sarana hubungan trasendental melalui amal ibadat, yang menimbulkan rasa damai dan idititas baru yang menyegarkan.

3. Agama mengesahkan, memperkuat, memberi legitimasi dan mensucikan nilai dan norma masarakat yang telah mapan dan membantu mengendalikan ketentraman, ketertiban, dan stabilitas masarakat.

4. Agama memberikan standar nilai untuk mengkaji ulang nilai nilai norma norma yang telah mapan.

5. Agama memberikan fungsi identitas diri.

6. Agama memberikan status baru dalam pertumbuhan dan siklus perkembangan individual melalui berbagai krisis rites ( Djamari, 1988:81)

Dari sejumlah fungsi agama di atas  sedikitnya ada dua hal yang pokok, pertama agama merupakan suatu cakrawala tentang dunia yang tidak terjangkau oleh manusia, dalam arti ketika deprisi dan frustasi dapat di alami sebagai sesuatu yang memiliki makna. Kedua agama merupakan sarana yang memungkinkan hubungan anatara manusia dengan tuhan yang memberikan jaminan dan keselamatan.

Next Post Previous Post