Pengertian cerpen beserta unsur unsur nya


Menulis

Pengertian cerpen

Cerpen adalah karya satra dalam bentuk tulisan yang mengisahkan tentang sebuah cerita fiksi lalu di kemas secara pendek jelas dan ringkas. Biasanya cerpen di baca sekali baca kurang lebih selama 10 sampai 30 menit.

Dan cerpen sendri juga terdiri tidak lebih dari 10.000 kata cerpen singkatan dari cerita pendek yang mengisahkan dua atau tiga orang dalam ceritanya dan di dalamnya mengandung pesan dan amanat dalam ceritanya yang terletak pada ahir sebuah cerita tersebut Biasanya cerpen terdiri dari genre percintaan, kasih sayang , jenaka, kehidupan dan lain lain nya

Ciri ciri cerpen

Adapun ciri ciri cerpen itu seperti apa saja sih? Perlu di ketahui cerpen sendiri ada ciri ciri nya dan mempunyai karya sastra khas tersendir, di bawah ini ciri ciri cerpen yaitu:

1. Bersifat fiktif atau karangan dari penulis

2. Tersusun di lebih dari 10.000 kata 

3. Dapat di baca sekali duduk

4.diksi yang di pakai tidaklah rumit sehingga mudah di pahami oleh pembaca

5. Memiliki alur tunggal atau satu jalan cerita

6. Biasa nya di tulis berdasarkan peristiwa dalam kehidupan.

7. Memiliki pesan dan amanat yang terkandung dan terletak di ahir sebua cerita.


Jenis jenis cerpen

Cerpen pun juga ada pembagian pembagian tersendiri yang perlu juga kita ketahui di antaranya: 

1. Cerpen pendek

Cerita ini cenderung lebih pendek dengan panjang kata kisaran 500 sampai 700 kata.

2. Cerpen sedang 

Cerpen ini lebih panjang sedikit dari cerpen pendek, panjang cerpen sedang kisaran 700 sampai 1000 kata. Cerpen ini biasa di temui di buku buku sekolah karena lebih menarik anak anak yang membacanya 

3. Cerpen panjang

Cerpen yang satu ini seperti namanya kosa katanya kurang lebih antara 1000 sampai 5000 kata. Kebanyakan cerpen ini di temukan di buku buku cetak atau cerpen cerpen yang di ikutkan pada lomba.

Unsur instrinsik cerpen

Untuk membuat cerpen yang baik sebelum nya harus tau unsur unsur intrinsik cerpen. Unsur unsur nya ada 7 yaitu: 

1. Tema 

Tema adalah ide atau gagasan utama dalam sebuah cerpen sebelum penulis membuat cerpen

2. Tokoh dan penokohan 

Tokok sendiri yaitu orang orang yang terlibat dalam cerita dan penokohan mengambarkan tentang watak atau karakter dari tokoh

3. Alur dan plot 

Alur atau plot sendiri sangat penting karena merupakan jalanya cerita yang akan di kembangkan untuk menjadi sebuah cerpen

4. Setting atau latar

Penulis juga harus bisa tau apa setting dan latar setting sendri yaitu peristiwa yang ada di dalam cerita dan latar adalah  unsur pembangun

5. Sudut pandang 

Sudut pandang sendiri merupakan strategi yang di gunakan penulis cerpen untuk menceritakan kejadian

6. Gaya bahasa

Gaya bahasa merupakan ciri khas dari penulis gaya bahasa sendiri dapat di bedakan penggunan majas, diksi, dan pemilihan kalimat  yang tepat dan baik 

7. Amanat 

Amanat yaitu pesan dan moral yang terdapat dalam cerita yang dapat di petik oleh pembaca


Struktur cerpen 

Perlu di ketahui sebelum kita membuat cerpen kita harus tau apa saja sih urut urutan yang baik dan benar dalam membuat nya di antaranya: 

1. Pengenalan situasi cerita 

Disini penulis akan memperkenal kan tokok dan informasi umum lain nya

2. Pengungkapan peristiw

Penulis harus mulai menceritakan apa yang sedang terjadi dalam cerita tersebut.

3. Menuju pada adanya sebuah konflik 

Di tahap ini penulis mulai me maparkan kejadian kejadian konflik 

4. Puncak konflik

Lalu di bagian ini penulus menceritakan puncak konflik nya yang terjadi 

5. Penyelesaian 

Dan yang terahir di sini penulis menceritakan ending atau ahir cerita tersebut dan di isi dengan inti pesan atau amanat yang ingin di sampaikan.

Fungsi cerpen

Cerpen juga mempunyai fungsi yang harus di ketahui di antaranya 

1. Fungsi rekrealitif sebagai penghibur untik para pembacanya 

2. fungsi estestis itu biasa di sebut dengan ke indahan sehingga memberi rasa puas untuk para pembacanya

3. Fungsi dekdatif memberi pembelajaran dan pendidikan dari cerita tersebut.

4. Fungsi moralitas untuk mengetahui para pembaca mana yang baik dan buruk

5. Fungsi relegius sehingga bisa memberi contoh bagi pembaca

Next Post Previous Post