CERPEN MOTIVASI

                           

Ngomong ngomong tentang cerpen. cerpen adalah cerita pendek yang di tulis atau di kisahkan secara singkat dalam bentuk kejadian atau peristiwa dan berbentuk prosaatau fiksi, cerpen juga menceritakan tentang satu pokok dalam cerita tersebut.

Dan di selesaikan dalam tiga hal yang pertama perkenalan para tokoh dalam cerpen, yang ke dua pertikaian dalam cerita, dan terahir penyelesaian.
 
proses penyelesaian nya pun cerpen relatif sangat singkat.

Di bawah ini adalah contoh tentang cerpen yang bertema kecewa yang berjudul sebuah janji, sebelum kalaian teman teman membaca cerpen tersebut mohon maaf banget jika ada ke samaan atau kejadian dalam cerita tersebut.

Karena cerita ini hanyalah hayalan dan imajinasi belaka maka dari itu mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dalam cerita cerpen di bawah ini

Semoga dapat menghibur dan bermangfaat buat kita semua.


                       SEBUAH JANJI
                      Karya : ahmad nur holik

Malam itu pukul 08.00 Wib. hujan masih deras menguyur disuatu daerah yang mengakibatkan warga di daerah tersebut seperti tidak ada penghuni. masing-masing warga pada dirumah bertambah keadaan gelap disebabkan aluran lisrik padam, sehingga seorang pemuda biasanya tongkrongan kini sepi memilih tidur lebih awal.

" udaranya sangat segar ya"
"iya ini cerah juga"
"gak kayak kemaren hujan terus" 
bersamaan dengan sayup-sayup ibu-ibu tangan seorang remaja terasa hangat terkena sinaran matahari yang masuk dari lubang-lubang cendela,membuat dia terbangun seketika melihat jam telah menunjukkan pukul 06.30. Hari ini dia sangat senang setelah beberapa minggu, harus kerja lembur tanpa libur. tepat hari ini juga hari minggu yang biasanya masuk sekarang bisa libur juga. 

" dok dok dok bagas bangun udah siang"
" iya bu ini udah bangun"
" ibuk mau ke pasar, kalo sarapan masak telur goreng udah ibu siap kan, soalnya ibu buru-buru"
"oh iya buk hati-hati"

ternyata sayup-sayup suara ibu-ibu tadi ternyata ibunya bagas yang berpapasan sama tetangga dari warung membeli telur karna ibunya bagas tau kalau kesukaan bagas telur goreng. ibu selalu berangkat ke pasar setiap pagi berjualan sayur. ibu adalah sosok pahlawan bagi bagas setelah ditinggal bapaknya dua tahun yang lalu. 


Bagas pun sangat menyayangi ibu nya, dia juga anak yang baik dan penurut kepada ibunya. Karena ibunya adalah satu satunya keluarga bagas, ayah nya juga pernah berpesan sebelum meninggal  kepada bagas bahwa harus menjaga ibu nya dengan penuh kasih sayang. Pesan itu juga yang menguatkan bagas, bahwa akan menjaga ibunya dengan sepunuh hati karena tidak mau kehilangan ibunya .

"tinnn tinnn tinnn" suara yang membuat bagas kaget ternyata suara itu berasal dari tlakson sepeda motor tetengga, mata langsung tertuju ke jam tepat pukul 08.30.

"waduh!!!  malah ketiduran lagi"
padahal ini ada janji, coba deh aku hubungin riko.

riko adalah teman kerjanya bagas mereka bekerja di sebuah perusahaan PT ternama di daerah sini, mereka kenal sudah hampir tiga tahunan mereka sudah sangat akrab, saking akbrabnya banyak yang bilang mereka kayak kakak adik sendiri, tempat tinggal mereka lumayan jauh dan beda daerah. Tapi untuk menuju tempat kerja dari rumah riko yang paling jauh, bagas mengakui riko orang yang baik selama dia kenal. 

"tut tut" (berdering) 

"kok gak di angkat ya, coba aku watsApp aja siapa tau nanti juga di bales, aku tinggal masak dan mandi dulu lah". 

karna ibunya bagas sering pergi ke pasar pagi-pagi untuk hal masak sendiri udah bagas lakukan sehari-hari. Ibunya bagas sering masak setelah pulang dari pasar jam 11.00an, jadi maupun berangkat kerja ataupun libur kerja  hal seperti itu sudah dilakukan oleh bagas setiap hari.

setelah ditinggal oleh bapaknya bagas jadi sosok orang yang mandiri, juga di karenakan bagas adalah anak satu-satunya juga anak kesayangan ibunya. ibunya bagas juga berharap besar terhadap bagas tetapi walaupun anak kesayangan ibunya, bagas di latih untuk tetap hidup mandiri. 

siang itu cuaca sangat terik sekali, setelah beberapa hari diguyur hujan. Gak terasa jam menunjukkan pukul 11.30 Wib. 

"eh kok cuma di baca doang" (cobaa ku telfon lagi) 

"tut tut tut... (berdering) 

"halo rik"

(akhirnya diangkat juga kata bagas dalam hati) 

" iya halo juga gas "

" gimana rik, jadi gak nih?? udah dari tadi cuma di baca doang"

"hehe (ketawa) maaf gas tadi lagi ada acara belum sempet bales jadi nya"

" oh iya udah gak papa, jadinya mau jam berapa nih? "

" gini aja kan masih panas banget, jam setengah 3an aja ya biar gak panas banget"

"yaudah kalo gitu benar ya!! jangan bohong lagi, udah mau ke tiga kali ini kamu gak jadi terus"

"iya siap gas" ( telfon di matikan) 

walaupun bagas kenal riko sejak lama, tetapi riko selalu tertutup kepada bagas. gak semua di ceritakan kepada bagas. 

sebelumnya riko dan bagas sepulang kerja mereka pernah mengobrol riko mengajak bagas ke suatu tempat, yaitu ke pantai suatu tempat dimana tempat itu tempat paling favoritnya bagas, karena bagas pun misalkan setiap ada orang yang mengajak ke pantai tanpa pikir panjang selalu menerima ajakan tersebut. Itu dikarenkan dipantai bagas ada sebuah kenangan dengan ayahnya, sebelum ayahnya meninggal dunia. 

ayah bagas selalu mengajak bagas ke pantai setiap libur kerja, dulu ayahnya bekerja merantau dinegeri orang jadinya moment yang di rindukan bagas yaitu saat ayah bagas pulang kerumah dan selalu diajak ke pantai. sehingga ketika bagas pergi ke pantai bisa mengobati rindu kepada ayahnya. 

Dan waktu riko mengajak pergi ke pantai bagas sangat senang sekali, sehingga bagas sangat berharap kepada riko. tetapi setelah di jadwal dari minggu-minggu lalu belum pernah kesampaian, dikarenakan riko beralasan terus, dan hari ini hari yang di tunggu bagas setelah dua kesepakatan gagal terus. cuaca masih cerah tetapi sudah agak redup dan jam juga sudah menunjukan pukul 14.00 Wib.

suara kendaraan berbunyi, bagas menyalakan kendaraannya coba aku watsapp deh

"rik aku otw ya udah jam 14.00, aku tunggu di tempat biasa ya"

setelah itu bagas pun segera berangkat dengan menggunakan kendaraan peninggalan bapaknya, dijalan bagas sudah merasa senang moment yang di tunggu untuk ke pantai akan terwujud, jarak sampai tempat mereka tongkrong dari rumah bagas cuma 15menitan. beda lagi dari rumah riko yang lebih jauh bisa makan waktu 30menitan. tempat yang sering dibuat tongkrong yaitu warung kopi. 

"rik aku udah sampai nih, kamu sampai mana?? " (pesan pukul 14.15) 

"kok gak di balas si rik, udah sampe mana?" (pesan pukul 14.25) 

mungkin lagi dijalan, aku tunggu ajalah disini, batin si bagas dengan rasa agak cemas. 

setelah itu waktu terus berjalan tetapi bagas masih menunggu balasan dari riko, mau di telfon takut riko masih dijalan dan juga takut mengganggu perjalanan riko. jam sudah menunjukan pukul 14.45.

" udah jam segini coba aku telfon aja kali ya" 

bagas pun langsung menelfon beberapa kali selama 5menit, akan tetapi tetap tidak ada respon sama sekali. 

"gimana si katanya jadi, tapi  kok gak di angkat" (pesan pukul 14.50) 

kecemasan pun menghantui bagas karena tidak ada tanggapan dari riko, tetapi bagas saat itu masih menunggu riko di warung kopi, dengan secangkir kopi penuh hingga kini sampai ampas riko pun belum ada kabar sama sekali.

Waktu pun semakin sore matahari pun mulai surut bagas pun melihat jam di hp nya ternyata sudah menunjukan pukul 15:10 wib, dan riko pun belum juga ada datang. WhatsApp pun yang di kirim juga belum di baca sama sekali, gak kerasa bagas menunggu sudah satu jaman. Perasaan pun sudah gak enak sudah sekian kalinya ini juga gak habis pikir lagi lagi mengingkari janji. campur aduk perasaan pun terjadi kini antara rindu sama ayah nya dan perasaan emosi campur kecewa sama riko.
Dan ahirnya bagas pun memutuskan untuk berangkat sendri ke pantai untuk melepas rindu dengan ayah nya, yang sudah meninggal.

Sesampainya di pantai bagas pun duduk di pinggir pantai sendrian, sinambi melihat dari ke jahuan para kapal nelayan yang mulai menepi ke pinggir pantai ber samaan dengan mulai terbenam nya matahari yang mengingakan bersama ayah nya dulu, ahirnya  bagas pun tahu asli dari watak teman nya yang selama ini sangat akrab sama dia sekarang.

Gak kerasa waktu pun mulai menjadi gelap para nelayan pun udah pada mulai pulang ke rumah masing masing, bagas pun meninggal kan pantai tersebut dengan perasaan senang campur kecewa, senang bisa melepas mengenang rindu kepada ayah nya dan kecewa ke pada riko yang gek menepati janji nya. 

" tok tok tok..  buk bagas pulang " 
" oh ibu cariin dari mana kamu sampai petang gini ?"
" iya maaf buk, habis dari pantai tadi " 
" owlah kiraain ke mana ibu cariin, ya udah sini makan ibu sudah masakan ayam goreng lo "
" eh enak tu buk ?" ( dengan muka senyum)
" pasti dong masakan ibu gitu " ( hehe)

Sebelum nya ibu nya sempat mencari bagas juga agak cemas karena biasanya bagas kalau pergi selalu bilang tapi kali ini gak bilang di karenakan ibunya tadi di pasar pulang biasanya jam 11 tadi pulang jam 3 an sore. 
Bagas pun menikmati makan malam berdua dengan ibunya, dan di sela sela makan malam riko pun membalas dengan rasa menyesal meminta maaf kepada bagas atas janji nya yang gak pernah di tepati dan telah membuat kecewa.
Bagas pun membalas  dengan kata "  gak papa rik " dengan emot senyum. Meski dalam hati nya masih merasa sangat kecewa akan tetapi bisa tau sifat aslinya sekarang.

Bahwa ketika berjanji kepada siapapun kita harus menepatinya jika gak bisa jangan pernah berjanji,  karena sejatinya orang yang hebat itu tidak akan pernah mengulur kata kata yang telah di ucapkan nya, dan berani bertanggung jawab atas ucapan nya. Oleh sebab itu jangan pernah main main dengan namanya janji.


Semoga apa yang di sampaikan pesan di atas bisa buat pengingat buat kita semua dan semoga bermangfaat terimakasih.



Next Post Previous Post