CERPEN MOTIVASI
ternyata sayup-sayup suara ibu-ibu tadi ternyata ibunya bagas yang berpapasan sama tetangga dari warung membeli telur karna ibunya bagas tau kalau kesukaan bagas telur goreng. ibu selalu berangkat ke pasar setiap pagi berjualan sayur. ibu adalah sosok pahlawan bagi bagas setelah ditinggal bapaknya dua tahun yang lalu.
"waduh!!! malah ketiduran lagi"
padahal ini ada janji, coba deh aku hubungin riko.
riko adalah teman kerjanya bagas mereka bekerja di sebuah perusahaan PT ternama di daerah sini, mereka kenal sudah hampir tiga tahunan mereka sudah sangat akrab, saking akbrabnya banyak yang bilang mereka kayak kakak adik sendiri, tempat tinggal mereka lumayan jauh dan beda daerah. Tapi untuk menuju tempat kerja dari rumah riko yang paling jauh, bagas mengakui riko orang yang baik selama dia kenal.
"tut tut" (berdering)
"kok gak di angkat ya, coba aku watsApp aja siapa tau nanti juga di bales, aku tinggal masak dan mandi dulu lah".
karna ibunya bagas sering pergi ke pasar pagi-pagi untuk hal masak sendiri udah bagas lakukan sehari-hari. Ibunya bagas sering masak setelah pulang dari pasar jam 11.00an, jadi maupun berangkat kerja ataupun libur kerja hal seperti itu sudah dilakukan oleh bagas setiap hari.
setelah ditinggal oleh bapaknya bagas jadi sosok orang yang mandiri, juga di karenakan bagas adalah anak satu-satunya juga anak kesayangan ibunya. ibunya bagas juga berharap besar terhadap bagas tetapi walaupun anak kesayangan ibunya, bagas di latih untuk tetap hidup mandiri.
siang itu cuaca sangat terik sekali, setelah beberapa hari diguyur hujan. Gak terasa jam menunjukkan pukul 11.30 Wib.
"eh kok cuma di baca doang" (cobaa ku telfon lagi)
"tut tut tut... (berdering)
"halo rik"
(akhirnya diangkat juga kata bagas dalam hati)
" iya halo juga gas "
" gimana rik, jadi gak nih?? udah dari tadi cuma di baca doang"
"hehe (ketawa) maaf gas tadi lagi ada acara belum sempet bales jadi nya"
" oh iya udah gak papa, jadinya mau jam berapa nih? "
" gini aja kan masih panas banget, jam setengah 3an aja ya biar gak panas banget"
"yaudah kalo gitu benar ya!! jangan bohong lagi, udah mau ke tiga kali ini kamu gak jadi terus"
"iya siap gas" ( telfon di matikan)
walaupun bagas kenal riko sejak lama, tetapi riko selalu tertutup kepada bagas. gak semua di ceritakan kepada bagas.
sebelumnya riko dan bagas sepulang kerja mereka pernah mengobrol riko mengajak bagas ke suatu tempat, yaitu ke pantai suatu tempat dimana tempat itu tempat paling favoritnya bagas, karena bagas pun misalkan setiap ada orang yang mengajak ke pantai tanpa pikir panjang selalu menerima ajakan tersebut. Itu dikarenkan dipantai bagas ada sebuah kenangan dengan ayahnya, sebelum ayahnya meninggal dunia.
ayah bagas selalu mengajak bagas ke pantai setiap libur kerja, dulu ayahnya bekerja merantau dinegeri orang jadinya moment yang di rindukan bagas yaitu saat ayah bagas pulang kerumah dan selalu diajak ke pantai. sehingga ketika bagas pergi ke pantai bisa mengobati rindu kepada ayahnya.
Dan waktu riko mengajak pergi ke pantai bagas sangat senang sekali, sehingga bagas sangat berharap kepada riko. tetapi setelah di jadwal dari minggu-minggu lalu belum pernah kesampaian, dikarenakan riko beralasan terus, dan hari ini hari yang di tunggu bagas setelah dua kesepakatan gagal terus. cuaca masih cerah tetapi sudah agak redup dan jam juga sudah menunjukan pukul 14.00 Wib.
suara kendaraan berbunyi, bagas menyalakan kendaraannya coba aku watsapp deh
"rik aku otw ya udah jam 14.00, aku tunggu di tempat biasa ya"
setelah itu bagas pun segera berangkat dengan menggunakan kendaraan peninggalan bapaknya, dijalan bagas sudah merasa senang moment yang di tunggu untuk ke pantai akan terwujud, jarak sampai tempat mereka tongkrong dari rumah bagas cuma 15menitan. beda lagi dari rumah riko yang lebih jauh bisa makan waktu 30menitan. tempat yang sering dibuat tongkrong yaitu warung kopi.
"rik aku udah sampai nih, kamu sampai mana?? " (pesan pukul 14.15)
"kok gak di balas si rik, udah sampe mana?" (pesan pukul 14.25)
mungkin lagi dijalan, aku tunggu ajalah disini, batin si bagas dengan rasa agak cemas.
setelah itu waktu terus berjalan tetapi bagas masih menunggu balasan dari riko, mau di telfon takut riko masih dijalan dan juga takut mengganggu perjalanan riko. jam sudah menunjukan pukul 14.45.
" udah jam segini coba aku telfon aja kali ya"
bagas pun langsung menelfon beberapa kali selama 5menit, akan tetapi tetap tidak ada respon sama sekali.
"gimana si katanya jadi, tapi kok gak di angkat" (pesan pukul 14.50)
kecemasan pun menghantui bagas karena tidak ada tanggapan dari riko, tetapi bagas saat itu masih menunggu riko di warung kopi, dengan secangkir kopi penuh hingga kini sampai ampas riko pun belum ada kabar sama sekali.